Izin mendirikan bangunan

image

Izin mendirikan bangunan

 

IMB akan melegalkan suatu bangunan yang direncanakan sesuai dengan Tata Ruang yang telah ditentukan. Selain itu, adanya IMB menunjukkan bahwa rencana kostruksi bangunan tersebut juga dapat dipertanggungjawabkan dengan maksud untuk kepentingan bersama.

Nilai lebih jika memiliki bangunan yang telah ber-IMB

Selain hal tersebut memiliki bangunan yang telah ber-IMB juga memiliki kelebihan dibandingan dengan bangunan yang tidak ber-IMB, yakni :
1.    Bangunan memiliki nilai jual yang tinggi
2.    Jaminan Kredit Bank
3.    Peningkatan Status Tanah
4.    Informasi Peruntukan dan Rencana Jalan

 

Persyaratan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

  1. Foto copy KTP;
  2. Foto copy tanda lunas PBB dan SPPT tahun terakhir;
  3. Foto copy tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;
  4. Foto copy akta pendirian badan dan/atau perubahannya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;**
  5. Foto copy Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) atau foto copy IMB yang dimiliki sebelumnya atau siteplan yang telah dilegalisasi oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang;
  6. Surat Keterangan Lurah & Camat (untuk status kepemilikan tanah selain SHM, HGB & IPT)
  7. Surat Pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen, sanggup memenuhi dokumen teknis dan membayar retribusi
  8. Rencana teknis bangunan (***) meliputi :

Rencana teknis bangunan (gambar rancang bangun dan perhitungan struktur***)

  1. untuk bangunan 1 (satu) lantai dengan luas ≤ 100 m2 : Gambar rancang bangun (bestek) yang terdiri dari gambar situasi,

denah, dan tampak yang ditandatangani oleh pemilik sebanyak 2 (dua) set, beserta file format Auto CAD atau dapat berupa

gambar manual (kecuali untuk pengembang harus menyerahkan sebanyak 2 (dua) set, beserta file format Auto CAD (dalam

bentuk CD)

untuk bangunan 1 (satu) lantai dengan luas > 100 m2 : Gambar rancang bangun (bestek) yang terdiri dari gambar situasi,

denah, dan tampak yang ditandatangani oleh pemilik sebanyak 2 (dua) set, beserta file format Auto CAD (dalam bentuk

  1. untuk bangunan maksimal 2 lantai dengan luasan < 400 m2 : Gambar rancang bangun (bestek) yang terdiri dari gambar

situasi, denah, tampak dan potongan yang ditandatangani oleh penanggung jawab (pemilik, pengawas,/pelaksana)

sebanyak 2 (dua) set, beserta file format Auto CAD (dalam bentuk CD) , tanpa gambar dan perhitungan konstruksi

  1. untuk bangunan bertingkat lebih dari 2 lantai (sudah berdiri) dengan luasan ≥ 400 m2 : Gambar rancang bangun (bestek)

yang ditandatangani oleh penanggung jawab (pemilik, perencana, pengawas,/pelaksana) sebanyak 3 (tiga) set hardcopy

untuk TABG dan 2 (dua) set untuk non TABG, beserta file format Auto CAD (dalam bentuk CD), yang terdiri dari :

1) gambar situasi (skala 1:1000/1:500);

2) gambar lay out, denah, tampak, potongan (skala 1:100/1:200);

3) gambar rencana pondasi, sanitasi, dan rencana atap (skala1/100/1:200);

  1. untuk bangunan bertingkat lebih dari 2 lantai (belum berdiri) dengan luasan ≥ 400 m2 (non TABG): Gambar rancang

bangun (bestek) yang ditandatangani oleh penanggung jawab (pemilik, perencana, pengawas,/pelaksana) sebanyak 2 (dua)

set, beserta file format Auto CAD (dalam bentuk CD), yang terdiri dari :

1) gambar situasi (skala 1:1000/1:500);

2) gambar lay out, denah, tampak, potongan (skala 1:100/1:200);

3) gambar rencana pondasi, sanitasi, dan rencana atap (skala1/100/1:200);

4) gambar konstruksi (skala 1:100) dan detail (skala 1;50/1:20/1:10) ditandatangani oleh penanggung jawab (pemilik,

perencana, pengawas/pelaksana), sebanyak 2 (dua) set hardcopy beserta file format Auto CAD (dalam bentuk CD)

  1. untuk bangunan bertingkat lebih dari 4 lantai dengan luasan ≥ 2500 m2 (TABG): Gambar rancang bangun (bestek) yang

ditandatangani oleh penanggung jawab (pemilik, perencana, pengawas,/pelaksana) sebanyak 3 (tiga) set, beserta fileformat Auto CAD (dalam bentuk CD), yang terdiri dari :

1) gambar situasi (skala 1:1000/1:500);

2) gambar lay out, denah, tampak, potongan (skala 1:100/1:200);

3) gambar rencana pondasi, sanitasi, dan rencana atap (skala1/100/1:200);

4) gambar konstruksi (skala 1:100) dan detail (skala 1;50/1:20/1:10) ditandatangani oleh penanggung jawab (pemilik,

perencana, pengawas/pelaksana), sebanyak 2 (dua) set hardcopy beserta file format Auto CAD (dalam bentuk CD)

  1. Surat pernyataan pertanggungjawaban konstruksi/rancang bangun dari penanggung jawab bangunan (pemilik, perencana,

pengawas/pelaksana);

  1. Foto Bangunan yang sudah berdiri
  2. Analisis mengenai dampak lingkungan bagi bangunan yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan atau Upaya

Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UPL) dalam hal dampak terhadap lingkungan

tersebut dapat diatasi secara teknis;***

  1. Foto copy berita acara serah terima administrasi prasarana lingkungan, utilitas umum dan fasilitas sosial.****
  2. Rekomendasi Andalalin dari Dinas Perhubungan;***
  3. Rekomendasi Cagar Budaya dari Dinas Pariwisata;***
  4. Rekomendasi Drainase dari DPUBMP;***
  5. Rekomendasi FKUB dan Depag untuk bangunan tempat ibadah.***
  6. Rekomendasi Dinas Pemadam Kebakaran.***

 

 

Catatan :

* coret yang tidak perlu;

** apabila yang mengajukan adalah badan;

*** pilih sesuai kebutuhan/penggunaan bangunan/sesuai ketentuan dalam SKRK;

**** bagi pengembang pada kawasan terpadu/industri/pergudangan/rumah susun dan real estate

Fri, 22 Sep 2017 @11:03

Copyright © 2018 PT. IMAJI KREASI SUKSES · All Rights Reserved
powered by sitekno